Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinopsis Garbage Dreams (2009)

Garbage Dreams (2009) - Film dokumenter dengan jadwal tayang 31 Juli 2009, durasi 1 jam 19 menit, disutradarai dan ditulis oleh Mai Iskander. Dikenal pula dengan judul We Are the Zaballeen. Diproduksi oleh Iskander Films, MotiveART, Chicken and Egg Pictures dengan budget $200 ribu.


Film ini menjelaskan masa waktu selama empat tahun. Mengikuti tiga pria remaja yang besar di desa penuh sampah di Mesir. Garbage Dreams diputar di PBS pada tahun 2010.

Sinopsis

Garbage Dreams bercerita tentang tiga orang pria remaja yang lahir dalam perdagangan sampah dan besar di desa komplek sampah terbesar di dunia, di luar batas kota Kairo, Mesir. Tempat itu menjadi rumah bagi 60 ribu warga Zaballeen, yang dalam bahasa Arab artinya adalah "orang-orang sampah". Jauh dari cara-cara modern, warga Zaballeen bertahan hidup dengan mendaur ulang 80 persen sampah yang mereka kumpulkan. Ketika komunitas ini mendadak menghadapi globalisasi perdagangan, masing-masing remaja ini dipaksa untuk menentukan pilihan yang akan mempengaruhi masa depannya dan eksistensi komunitas mereka.

Komunitas ini secara virtual telah menjadi budak dalam perdagangan sampah di Kairo, dari generasi ke generasi. Kota Kairo tidak memiliki sistem pengumpulan sampah, yang menjadikan kota itu mengandalkan mereka - kebanyakan adalah orang Kristen Koptik - yang mengumpulkan dan mendaur ulang sejumla besar sampah yang dihasilkan oleh salah satu kota terbesar di dunia.

Ironisnya, mereka justru terbuang saat kota mulai mempekerjakan perusahaan asing untuk mengambil alih fungsi mereka. Film ini menyajikan sebuah ujian tragis tentang bagaimana kesulitan mereka saat berjuang untuk mempertahankan cara hidup mereka yang sederhana. 

Film ini menyajikan dunia mereka melalui mata tiga remaja muda yang telah lahir dalam kehidupan ini, yang tentu saja mereka tidak berharap untuk lahir di tempat seperti itu, dan mereka tidak begitu mengenal hal selain itu. Pembuatan film ini dilakukan bersamaan dengan penampilan warna-warni kota Kairo yang hadir dengan keindahan luar biasa, pada tumpukan sampah yang selalu direlokasi olah Zabbaleen setiap hari, selalu diabaikan dan tidak diperhatikan oleh masyarakat luas, nyaris tidak mengenal keberadaan dan eksistensi mereka.