Sinopsis Murder In Mahim: Serangan Brutal Ke Kaum Muda LGBT di Mumbai (Vijay Raaz, Ashutosh Rana)

Sinopsis: Murder In Mahim adalah cerita mencekam tentang pembunuhan menargetkan kaum muda LGBT yang terjadi di sekitar toilet terpencil di stasiun.

"Murder In Mahim" adalah serial drama kriminal berbahasa Hindi tahun 2024 yang tersedia di JioCinema. Ini menampilkan pemeran berbakat termasuk Vijay Raaz, Ashutosh Rana, Shivani Raghuvanshi, dan Shivaji Satam. Serial yang ditulis oleh Mustafa Neemuchwala dan Udai Singh Pawar, dan disutradarai oleh Raj Acharya, memulai debutnya pada 10 Mei 2024 sebanyak 8 episode. 

Murder In Mahim - oleh JioCinema

Serial ini berlatar belakang pembunuhan mengerikan yang terjadi di stasiun Mahim, mengikuti keterlibatan mantan wartawan Peter atas penyelidikan, dimana taruhannya, Sunil, anaknya sendiri, justru menjadi tersangka dalam kasus itu.

Pemeran:

  • Vijay Raaz sebagai Shivajirao Jende
  • Ashutosh Rana sebagai Peter Fernandes
  • Shivani Raghuvanshi sebagai Firdaus Rabbani
  • Shivaji Satam sebagai Dullar Jende (ayah Shivajirao)
  • Divya Jagdale sebagai Millie
  • Smita Tambe
  • Rajesh Khattar sebagai Leslie
  • Sonal Jha sebagai Shaheen
  • Benafsha Soonawalla sebagai Rehana
  • Rohan Verma sebagai Sunil
  • Ashitosh Gaikwad sebagai Unit
  • Nishant Kkhanduja sebagai ViralVira

Dalam Murder in Mahim, Shivajirao Jende (diperankan oleh Vijay Raaz) muncul sebagai petugas polisi yang gigih menyelidiki serangkaian pembunuhan yang menargetkan pria muda LGBTQ di lingkungan Mahim Mumbai. Titik fokus dari kejahatan ini adalah toilet terpencil di ujung terpencil stasiun kereta Mahim. 

Dengan dukungan Firdaus Rabbani (Shivani Raghuvanshi), Jende awalnya berhasil dalam kasus ini, hanya untuk menghadapi kemunduran lagi ketika pembunuhan baru mengganggu kemajuan  penyelidikan mereka. Untuk mencari terobosan, Jende beralih ke Peter Fernandes (Ashutosh Rana), pensiunan jurnalis kriminal dengan sejarah kompleks yang terkait dengan ayah Jende, yang menghadapi tuduhan korupsi yang terungkap dalam laporan investigasi Peter.

Peter, yang bergulat dengan identitas gender putranya sendiri, menjadi sekutu penting saat penyelidikan berlangsung, mengungkap perubahan tak terduga yang menantang Jende dan timnya untuk menghadapi sejarah pribadi dan bias dalam upaya mereka mencapai keadilan. Serial ini menggali seluk-beluk komunitas LGBTQ di Mumbai dan isu-isu sosial yang mendalam yang membentuk kehidupan mereka, menawarkan narasi menarik yang memadukan ketegangan dengan komentar sosial.

Dipenuhi dengan liku-liku dan pengungkapan yang tak terduga, Murder in Mahim membuat pemirsa tetap terlibat dalam karakternya. Salah satu aspek yang menonjol adalah penggambaran otentik hubungan ayah-anak antara karakter Vijay Raaz dan Shivaji Satam yang selaras dengan nuansa keluarga kelas menengah. 

Ashutosh Rana dengan terampil menavigasi konflik universal yang dialami para ayah ketika mereka merasakan ada yang tidak beres dengan putra mereka, sehingga menambah kedalaman emosional pada alur cerita. Serial ini tidak hanya merangkai misteri pembunuhan yang mencekam tetapi juga menggali dinamika keluarga yang kompleks.

Serial ini unggul karena pemerannya, masing-masing membawa ketulusan dan kedalaman peran mereka. Vijay Raaz dan Ashutosh Rana memimpin ansambel, dengan Raaz yang paling menonjol sebagai Shivajirao Jende, dengan terampil menggambarkan konflik batin seorang polisi yang gigih. Ashutosh Rana yang terkendali menambah keaslian karakternya. Shivani Raghuvanshi bersinar dengan penampilannya yang bernuansa sebagai Firdaus Rabbani. Selain itu, penampilan pendukung yang menonjol, seperti penggambaran Leslie Sequeira oleh Rajesh Khattar, semakin memperkaya serial ini.

Serial ini sepertinya memadukan dua isu/ alur cerita yang berjalan secara paralel: yaitu misteri pembunuhan yang mencekam dan gambaran tantangan dalam komunitas LGBT di India. Meski misteri pembunuhannya menarik, namun fokus pada isu LGBT terkadang jadi memperlambat narasi dan terasa menyimpang dari plot utama. 

Terlepas dari kelebihannya, Murder in Mahim kadang terputus-putus, terutama dengan wawancara mendadak Peter Fernandes dengan Himali, yang terasa terputus dari realitas narasi. Masalah lain muncul ketika plot terpaku pada pisau milik karakter yang tidak ada hubungannya, sehingga mengalihkan perhatian dari jalan cerita utama. Namun, serial ini bersinar dengan alur cerita yang cepat, misteri yang mencekam, dan eksplorasi hubungan manusia yang mendalam, yang pada akhirnya memberikan pengalaman menonton yang menarik.

About the Author

charma adalah nama online blogger, sejak 2014 telah mengisi hari-hari dengan mengangkat informasi film dan novel, berhenti sejenak dan masih terus mencoba bertahan dengan cara lama di arena yang sangat besar ini. Terimakasih gaiss atas kunjungannya …

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.