Sinopsis Never (Novel Karya Ken Follett)

Never (buku karya Ken Follett) bercerita tentang drama global yang terus memanas, dimana pertimbangan diantara negara-negara bisa berakibat fatal

Novel thriller Ken Follett tahun 2021 berjudul Never adalah narasi yang menelusuri eskalasi ketegangan yang mengarah pada potensi perang nuklir yang melibatkan Amerika Serikat, Korea Utara, dan Tiongkok. Buku ini bergenre fiksi thriller misteri, secara rumit merangkai berbagai alur cerita dan beragam karakter, yang masing-masing berkontribusi terhadap krisis global yang sedang berlangsung. 

Sampul novel Never (Novel Karya Ken Follett)

Never adalah sebuah novel yang diteliti dengan cermat dan ditulis secara menarik, yang menawarkan gambaran serius tentang betapa dekatnya dunia dengan bencana, dan upaya beberapa individu yang berdedikasi untuk mencegahnya.

  • Judul asli: Never
  • Format: 802 halaman, Sampul Keras
  • Diterbitkan: 9 November 2021 oleh Viking
  • ISBN: 9780593300015 (ISBN10: 0593300017)
  • Bahasa: Bahasa inggris

Sinopsis:

Never menghadirkan gambaran mengerikan tentang dunia yang berada di ambang bencana, merangkai berbagai alur cerita yang menyatu untuk menciptakan narasi pergolakan global dan konflik yang akan datang. Berlatarkan versi masa kini, novel ini terungkap melalui perspektif beragam karakter yang kehidupannya bersinggungan di tengah meningkatnya ketegangan dan intrik politik:

Alur Cerita Utama:

Teroris di Sahara: Sepasang agen, mungkin dari negara berbeda, sedang mencari jejak teroris yang beroperasi di Gurun Sahara. Misi mereka menjadi semakin penting ketika mereka mengungkap rencana yang dapat memicu ketidakstabilan regional dan mengancam keamanan global.

Ambisi Kepala Mata-mata Tiongkok: Seorang kepala mata-mata Tiongkok yang licik bermanuver melalui lanskap kompleks spionase internasional dan intrik politik. Didorong oleh ambisi pribadi dan kepentingan nasional, tindakannya mempunyai konsekuensi luas yang memperburuk krisis global.

Perdagangan Manusia: Seorang perempuan mendapati dirinya terjebak dalam cengkeraman para pelaku perdagangan manusia, menyoroti kenyataan brutal yang dihadapi oleh para korban eksploitasi dan jaringan gelap yang melanggengkan kejahatan tersebut.

Dilema Presiden AS: Pauline Green, presiden perempuan pertama AS, menghadapi lanskap politik berbahaya yang penuh tantangan. Saat ia menghadapi oposisi dalam negeri dan tekanan internasional, keputusannya mempunyai pengaruh besar dalam menentukan jalannya peristiwa global.

Karakter utama:

  • Pauline Green: Presiden Amerika Serikat, yang sedang bergulat dengan tanggung jawab besar untuk membawa negaranya melewati krisis internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia digambarkan sebagai pemimpin yang kuat dan tegas, menghadapi tekanan besar dari semua pihak.
  • Tamara Levit: Seorang agen CIA yang berdedikasi dan cerdas yang bekerja untuk mencegah bencana yang akan datang. Perannya sangat penting dalam mengumpulkan intelijen dan memberikan nasihat kepada Presiden mengenai langkah-langkah strategis.
  • Kiah Beecher: Penasihat Keamanan Nasional Presiden Green yang muda dan ambisius. Wawasan dan rekomendasinya memainkan peran penting dalam respons pemerintah terhadap meningkatnya ketegangan.
  • Cheng Lui: Seorang pejabat tinggi Tiongkok yang terlibat dalam manuver politik yang rumit dan seringkali berbahaya dalam pemerintahan Tiongkok. Tindakan dan keputusannya sangat penting dalam krisis yang sedang berlangsung.
  • Kim Jong-un: Pemimpin Tertinggi Korea Utara, yang kebijakannya yang tidak terduga dan agresif berkontribusi terhadap meningkatnya ancaman konflik nuklir.

Karakter pendukung:

  • Abdi Jama: Seorang pengungsi dari Chad yang secara tidak sengaja terjerat dalam krisis global, memberikan perspektif kemanusiaan mengenai konsekuensi luas dari politik internasional.
  • Gideon Davis: Seorang diplomat dan penasihat berpengalaman, memberikan nasihat kepada Presiden Green dan memainkan peran penting dalam negosiasi dan komunikasi yang rumit dengan kekuatan asing.
  • Grace Elliott: Seorang jurnalis yang berusaha mengungkap kebenaran di balik intrik politik dan mengungkap informasi penting.

Novel ini menyelidiki hubungan kompleks dan pertimbangan strategis antara Amerika Serikat, Korea Utara, dan Tiongkok, mengeksplorasi bagaimana kesalahpahaman dan kebijakan agresif dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat buruk.

Kisah ini menyoroti politik internal dan perebutan kekuasaan di masing-masing negara, sehingga menambah kompleksitas krisis yang sedang berlangsung.

Melalui karakter seperti Abdi Jama, Follett menggarisbawahi dampak konflik geopolitik terhadap kemanusiaan, mengingatkan pembaca akan konsekuensi keputusan politik di dunia nyata.

Novel ini terbagi atas 13 Bab seperti sub judul berikut ini:

  • Chapter 1 — A Stolen Drone
  • Chapter 2 — A Rising Threat
  • Chapter 3 — A Political Minefield
  • Chapter 4 — A Hidden Agenda
  • Chapter 5 — A Race Against Time
  • Chapter 6 — A Delicate Dance
  • Chapter 7 — A Betrayal Uncovered
  • Chapter 8 — A Calculated Risk
  • Chapter 9 — A Diplomatic Breakthrough
  • Chapter 10 — A Moment of Truth
  • Chapter 11 — A False Flag Operation
  • Chapter 12 — A Race to Avert Disaster
  • Chapter 13 — A Fragile Peace

About the Author

charma adalah nama online blogger, sejak 2014 telah mengisi hari-hari dengan mengangkat informasi film dan novel, berhenti sejenak dan masih terus mencoba bertahan dengan cara lama di arena yang sangat besar ini. Terimakasih gaiss atas kunjungannya …

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.