American Woman 2019: Kisah Penculikan Patricia Hearst dan Jenny Yang Merawatnya

Sinopsis American Woman, film drama Amerika tentang seorang mantan radikal yang diminta merawat cucu raja percetakan yang jadi korban penculikan

"American Woman" adalah film drama yang dirilis pada tahun 2019, menandai debut sutradara fitur Semi Chellas. Film ini menampilkan pemain berbakat termasuk Hong Chau, Sarah Gadon, John Gallagher Jr., Lola Kirke, David Cubitt, Jordan Pettle, Richard Walters, dan Ellen Burstyn.

Poster film American Woman 2019 - oleh Elevation Pictures

Berdasarkan novel Susan Choi dengan judul yang sama, American Woman menawarkan kisah fiksi tentang hubungan menarik antara Wendy Yoshimura dan pewaris Patty Hearst setelah penculikan Hearst. Berlatar belakang peristiwa sejarah nyata, film ini menggali tema identitas, kesetiaan, dan kompleksitas manusia.

Novel yang ditulis oleh Susan Choi, diterbitkan pada tahun 2003. Ceritanya adalah kisah fiksi yang terinspirasi oleh penculikan Patricia Hearst pada tahun 1974, cucu raja penerbitan William Randolph Hearst, oleh Tentara Pembebasan Symbionese (SLA= Symbionese Liberation Army).

Novel ini berlatar tahun 1970-an dan mengikuti Jenny Shimada, seorang wanita Jepang-Amerika yang terlibat dengan kelompok sayap kiri radikal yang menyerupai SLA. Keterlibatan Jenny dengan grup tersebut dimulai dengan cukup polos, namun dia segera menyadari dirinya sangat terlibat dalam aktivitas mereka. Jenny menjadi semakin kecewa dengan taktik kekerasan dan pemimpin karismatik kelompok tersebut. 

Dan film ini, pada intinya adalah sebuah eksplorasi menarik tentang ikatan yang terbentuk antara dua wanita yang sangat berbeda yang disatukan oleh keadaan yang luar biasa. Saat Wendy Yoshimura, yang diperankan oleh Hong Chau, menghadapi tantangan dalam merawat Hearst, yang diperankan oleh Sarah Gadon.

Plot

American Woman menjadi menarik ketika Jenny Shimada, berusia 25 tahun, yang hidup di luar jangkauan setelah keterlibatannya dalam tindakan kekerasan terhadap pemerintah Amerika, mendapati dirinya terjerat dalam sebuah skenario berisiko tinggi. Setuju untuk merawat tiga buronan yang melarikan diri, kehidupan Jenny memasuki tingkat kerumitan dan bahaya baru.

Di antara para buronan tersebut terdapat cucu perempuan seorang raja surat kabar terkemuka yang diculik, yang mengikuti ideologi para penculiknya yang telah mendorongnya menjadi selebriti nasional. Saat ia bergabung dengan sel revolusioner mereka, pertaruhan yang dihadapi Jenny dan para buronan melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemeran:

  • Hong Chau sebagai Jenny
  • Sarah Gadon sebagai Pauline
  • John Gallagher Jr sebagai Juan
  • Lola Kirke sebagai Yvonne
  • Ellen Burstyn sebagai Nona Dolly
  • David Cubitt sebagai Agen John Spivey
  • Jordan Pettle sebagai Rob Frazer
  • Richard Walters sebagai Thomas

Film ini berlatar belakang tahun 1974, masa kekacauan politik dan pergolakan sosial di Amerika Serikat. Iris, diperankan oleh Hong Chau, menjalani kehidupan ganda sebagai pengasuh Nona Dolly, yang diperankan oleh Ellen Burstyn, di bagian utara New York. Kenyataannya, Iris adalah Jenny, seorang aktivis politik dan pembuat bom terampil, yang bersembunyi dari masa lalunya yang radikal.

Namun, keberadaan Jenny terganggu ketika dia dilacak oleh mantan rekannya dengan tawaran yang tidak bisa dia tolak. Ditugaskan untuk merawat Pauline, aktivis selebriti yang dicari, yang diperankan oleh Sarah Gadon dalam peran seperti Patty Hearst, Jenny mendapati dirinya ditarik kembali ke dunia aktivisme politik yang berbahaya.

Bergabung dengan Juan, pemimpin yang mementingkan diri sendiri, diperankan oleh John Gallagher Jr., dan pacarnya Yvonne, diperankan oleh Lola Kirke, Jenny menghadapi kehidupan yang kompleks di rumah persembunyiannya. 

Film ini kelihatannya bergulat dengan tantangan untuk mempertahankan intensitas dan koherensi, yang mengakibatkan narasi yang terasa agak terombang-ambing. Terlepas dari karakter dan premis yang menarik, film ini berjuang untuk mempertahankan momentumnya yang lebih menentukan.

Seiring dengan berkembangnya cerita, menjadi semakin jelas bahwa film ini tanpa tujuan atau resolusi yang jelas. Karakter-karakternya, meskipun menarik dalam dirinya sendiri, gagal untuk sepenuhnya memikat atau terlibat.

Meskipun terdapat aktor-aktor berbakat, penampilan mereka agak tertahan dan kurang memiliki kedalaman dan resonansi emosional yang diperlukan untuk menghidupkan karakternya. Dalam banyak hal, American Woman terasa seperti melewatkan sejumlah peluang, film yang membutuhkan bantuan lebih menuju potensi finalnya.

About the Author

charma adalah nama online blogger, sejak 2014 telah mengisi hari-hari dengan mengangkat informasi film dan novel, berhenti sejenak dan masih terus mencoba bertahan dengan cara lama di arena yang sangat besar ini. Terimakasih gaiss atas kunjungannya …

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.